Menunggu kegagalan WiMAX
kalau baca kompas online, kamu dapati sebuah iklan yang cukup menggiurkan bagi pengguna internet di indonesia. Quota 50 GB perbulan, dengan koneksi hampir 1MBps.
mungkin masih ingat tahun 2008 dilakukan tender frequensi wimax, salah satu yang menang tender adalah internux. (Sebuah ISP yang awal berdirinya cuma sebuah warnet kecil di makasar). dan kemudian internux lisensinya dicabut.
2009 hampir tidak ada berita tentang prusahaan wimax yang menggelar produknya. kalo tidak salah ada perusahaan indonesia yang sudah invest mesin untuk membuat modem untuk wimax.
apa saja yang bikin wimax gagal?
kesalahan pertama: Gratisan
diakhir 2010 firstmedia mulai memasarkan produk wimaxnya dibilangan jakarta barat. dan dilakukan pembagian modem gratis. dengan keyakinan ada potensi pasar sebesar 5 juta pelanggan diwilayah jakarta dan sekitarnya. entah strategi marketing apa yang membuat mereka memutuskan membagi modem secara gratis.
apa yang ada dibenak konsumen?
- barang gratisan
- kalo rusak, gak usah dibenerin (lah wong gratisan dikiloin aja kali yah?)
- pake selagi gratis, ketika diminta biaya bulanan… (yang mahal) kok mahal sih?
kesalahan ke dua: kualitas sinyal.
pada pengujian yang dilakukan oleh salah satu penerbitan media (kelompok kompas gramedia), betul koneksi kenceng. kalo dilakukan diluar rumah. begitu dibawa kedalam rumah : gak dapet sinyal
kesalahan ke tiga : ukuran modem.
ukuran modem untuk wimax masih sebesar buku kamus. coba tanya temen2 yang jualan komputer apa yang laku? notebook dan netbook. saat ini ukuran modem 3G / HSDP dan CDMA udah lebih kecil dari HP. masa iya kalo mau internetan harus ke depan rumah dan menggelar modem segede kamus.
mungkin kamu masih inget telepon satelit, idenya tinggal taro sejumlah satelit dimana setiap bagian bumi bisa tercover. banyak perusahaan udah mengeluarkan investasinya untuk telepon satelit ini. salah satunya grup bakrie yang mengeluarkan 150 juta dolar (hasinya cuma bakar uang aja).
handsetnya besar dan harus keluar gedung kalo mau nelpon. pemasaranya babak belur dikalahkan handphone gsm. akhirnya satelit-satelit yang sudah mengorbit, harus diturunkan/dibuang karena bangkrut.
kesalahan ke empat: biaya langganan.
pengguna internet di indonesia kebanyakan menggunakan telepon genggam, berapa sih yang biaya yang dikeluarkan? kebanyakan kurang dari 100ribu rupiah. berapa biaya langganan wimax? masih diatas 100ribu rupiah.
Kesalahan ke 5:
mungkin aja analisa ini salah. salah satu media pernah menikmati wimax dimalaysia. pengujian dilakukan diatas kendaraan yang bergerak, dan bisa menikmati youtube tampa nunggu.
tanya jawab:
1. wimax apa sih?
sederhanya sebuah teknologi yang digunakan untuk koneksi ke internet. seperti hsdpa dan cdma. dari sisi teknologi akan perlu penjelasan panjang, dari sisi konsumen sama aja dengan langganan internet biasa.
2. perlukah kita pindah ke wimax?
kalo sinyal udah bagus mengapa tidak. Quota 50 GB per bulan, terlalu menggiurkan terutama buat warnet, UKM, dan lembaga pendidikan.
3. kami perusahaan advertising, wimax cocok gak?
lebih cocok pake internet kabel, karena datanya besar (gambar/video). dan koneksi mahal juga bisa bayar.
Powered by WordPress SEO Tools













